"Manusia itu bebas, atau ditentukan oleh kodrat?...." - seno gumira ajidarma
Guratan itu terbentuk karena kecewa. Namun sedikit. Sedikit saja tak lebih dari secuil makanan semut. Seperti setitik nila yang merusak susu sebelanga.
Benak bertanya-tanya, tapi lebih tepatnya introspeksi. Ini aku, ini kemampuanku. Tidak apalah. Dunia tidak berhenti disini saja. Enyahkan hasutan-hasutan sebangsa lucifer mungkin?
Siapkan kuda-kuda. Taklukkan. Pohon hendak menjadi benar-benar kokoh. Melalui apa?
Mungkin akar bisa membantu?
Selasa, Juli 24, 2012
Jumat, Juli 13, 2012
Po dan ak :D
Akar
Ah akar
Apakah akar pernah merasa kasihan dengan pohon?
Akar tidakkah pernah ingin memisahkan diri dengan pohon?
Tapi selama ini yg aku tahu pohon memang bergantung pada akar
Aku senang melihat pohon. Pohon punya daun yang hijau. Sedap dipandang mata.
Aku ingin ke tempat yang banyak pohonnya. Pasti sangat sejuk jika deretan pohon berdiri dengan kokohnya.
Pohon tempat berteduh. Bisa menghilangkan rasa lelah.
Pohon itu penting.
Begitu juga halnya akar yang penting bagi pohon.
Ah akar sebegitukah engkau....
Akar yang menyebabkan pohon tetap tumbuh. Pohon yang masih berusia belia. Sampai akhirnya pohon menjadi pohon yang kokoh. Yang banyak bermanfaat bagi semua orang.
Pohon berubah, namun akar tetap.
Akar, akar dan akar. Dikenalkah engkau oleh rerumput? Atau penikmat keindahan?
Jika ada ulat, ulat lebih dulu memakan daun, kemudian menggerogoti pohon.
Pohon dan daun lebih dulu dilihat.
Sementar akar?
Akar diam, tapi tahu.
Tunggu pohon dimakan usia. Pohon menunjukkan tanda-tandanya.
Pohon menua. Batangnya rapuh. Daunnya layu kemudian jatuh berguguran di atas bumi atau mungkin berterbangan jauh.
Tapi akar?
Tetap hidup
Akar akan tetap hidup meskipun pohon telah mati.
Pohon menysmpaikan salam perpisahan pada rerumputan, pada tanah, pada teman sejawat lainnya.
Akar berusaha.
Suatu saat nanti pohon akan kembali hidup atas bantuan "akar"
Ah akar
Apakah akar pernah merasa kasihan dengan pohon?
Akar tidakkah pernah ingin memisahkan diri dengan pohon?
Tapi selama ini yg aku tahu pohon memang bergantung pada akar
Aku senang melihat pohon. Pohon punya daun yang hijau. Sedap dipandang mata.
Aku ingin ke tempat yang banyak pohonnya. Pasti sangat sejuk jika deretan pohon berdiri dengan kokohnya.
Pohon tempat berteduh. Bisa menghilangkan rasa lelah.
Pohon itu penting.
Begitu juga halnya akar yang penting bagi pohon.
Ah akar sebegitukah engkau....
Akar yang menyebabkan pohon tetap tumbuh. Pohon yang masih berusia belia. Sampai akhirnya pohon menjadi pohon yang kokoh. Yang banyak bermanfaat bagi semua orang.
Pohon berubah, namun akar tetap.
Akar, akar dan akar. Dikenalkah engkau oleh rerumput? Atau penikmat keindahan?
Jika ada ulat, ulat lebih dulu memakan daun, kemudian menggerogoti pohon.
Pohon dan daun lebih dulu dilihat.
Sementar akar?
Akar diam, tapi tahu.
Tunggu pohon dimakan usia. Pohon menunjukkan tanda-tandanya.
Pohon menua. Batangnya rapuh. Daunnya layu kemudian jatuh berguguran di atas bumi atau mungkin berterbangan jauh.
Tapi akar?
Tetap hidup
Akar akan tetap hidup meskipun pohon telah mati.
Pohon menysmpaikan salam perpisahan pada rerumputan, pada tanah, pada teman sejawat lainnya.
Akar berusaha.
Suatu saat nanti pohon akan kembali hidup atas bantuan "akar"
Rabu, Juli 11, 2012
Kata ibuku
Ibuku pernah bilang kepadaku disaat aku bercerita tentang teman-teman yang membuatku kesal dan tidak suka denganku.
Kata beliau :
"Kadang orang yang membuat kesal ataupun orang yang tidak suka sama ila itu nanti justru jadi teman baik ila. Begitupun sebaliknya."
Aku berpikir, dan kemudian aku resapi. Benar kata ibuku. Aku dulu pernah merasakan kejadian itu.
Tapi yang sangat aku harap, kejadian itu tak akan pernah terjadi lagi.
Kata beliau :
"Kadang orang yang membuat kesal ataupun orang yang tidak suka sama ila itu nanti justru jadi teman baik ila. Begitupun sebaliknya."
Aku berpikir, dan kemudian aku resapi. Benar kata ibuku. Aku dulu pernah merasakan kejadian itu.
Tapi yang sangat aku harap, kejadian itu tak akan pernah terjadi lagi.
Selasa, Juli 10, 2012
Pohon dan akar
Aku rasakan bau malam
Bau udara yang berhembus pelan, juga bau keheningan
Kuku-kuku mencakar pelan, lalu lebih keras lagi hingga menyerah
Memori....
Pohon masih terlalu muda, terombang-ambing oleh ego nya angin
Akarnya belum merekat sempurna pada lapisan paling bawah
Aku rasakan bau tanah itu
Aku hirup
Pekat, pahit
Pohon malam bergantung pada bulan
Pada hembusan angin yang diiringi serpihan remah-remah makanan
Lalu daun tak luput
Akar pohon yang hendak mencapai lapisan terbawah terkuat tanah
Apakah bisa?
Butuh waktu berapa lama?
Pohon, akar, dan waktu
Balikkan jam pasir yang lubangnya sekecil tusukan jarum jahit pada jemari
Tunggulah....
Bau udara yang berhembus pelan, juga bau keheningan
Kuku-kuku mencakar pelan, lalu lebih keras lagi hingga menyerah
Memori....
Pohon masih terlalu muda, terombang-ambing oleh ego nya angin
Akarnya belum merekat sempurna pada lapisan paling bawah
Aku rasakan bau tanah itu
Aku hirup
Pekat, pahit
Pohon malam bergantung pada bulan
Pada hembusan angin yang diiringi serpihan remah-remah makanan
Lalu daun tak luput
Akar pohon yang hendak mencapai lapisan terbawah terkuat tanah
Apakah bisa?
Butuh waktu berapa lama?
Pohon, akar, dan waktu
Balikkan jam pasir yang lubangnya sekecil tusukan jarum jahit pada jemari
Tunggulah....
Langganan:
Postingan (Atom)