Satu kali aku berkhayal, aku menginginkan rasa 'iri dan dengki' dalam diri ini luruh bagaikan setiap helaian rambut yang disisir memakai jari saat rambut itu basah.
Namun rasa-rasanya itu sesuatu hal yang 'mungkin' amat sangat susah terjadi, meskipun tidak ada sesuatu yg mustahil jika Tuhan berkehendak.
Lalu ketika helaian rambut itu terjatuh perlahan ke tanah, cacing-cacing, semut, dan beberapa makhluk kecil lainnya akan siap menyantap setiap helaian rambutku itu.
Jika semudah itu menghilangkan iri dan dengki, aku akan siap menggunduli rambut tebalku ini.
Karena aku tidak akan pernah senang sesuatu yang bernama iri dan dengki itu menggerogoti tubuhku lewat setiap aliran darahku di dalamnya.
Namun aku tidak bisa menampiknya juga tak berusaha memeliharanya.
Sesuatu yang jahat itu terus menggerogoti diriku. Aku muak, aku ingin berontak tapi belum mampu.
Ah, aku tak ada bedanya dengan daun yang sepersekian detik jatuh dari setiap dahan pohon yang kokoh.
Selasa, November 27, 2012
Minggu, Oktober 07, 2012
go for hmm
Insya Allah dalam beberapa hari nanti naskah ini akan segera aku kirim. Ya Allah semoga aku bisa memberikan yang terbaik dan membuat bangga ibuk dan ayah. mengikis rentetan 'mungkin' cibiran, cemoohan dari sekitar tentang tidak aktifnya aku selama ini, aku biarkan. inilah sebuah kesempatan dimana aku bisa menujukkan dimana aku unggul di bidang menulis, dibandingkan mereka. walaupun dalam akademik aku mungkin bisa dibilang masih payah :D
bahwa jika selama ini aku hanya bisa 'diam' tapi bukan berarti benakku juga berdiam diri, bukan?
kata-kata yang muncul dari dalam hati dan tak terucap itu lebih berarti dan benar. dibandingkan ucapan yang keluar dari bibir. kedustaan kerap kali diluncurkan dari bibir, kan? :D
bahwa jika selama ini aku hanya bisa 'diam' tapi bukan berarti benakku juga berdiam diri, bukan?
kata-kata yang muncul dari dalam hati dan tak terucap itu lebih berarti dan benar. dibandingkan ucapan yang keluar dari bibir. kedustaan kerap kali diluncurkan dari bibir, kan? :D
Sabtu, September 22, 2012
Sabtu, September 01, 2012
Lantas aku harus bagaimana? Ketika jiwa membuncah. Tapi tak jua muncul buah pikiran.
Diluaran jangkrik memainkan alunan musik khas, mengejek mungkin? Aroma malam yang khas memanjakan penciuman yang semula diam. Sunyi senyap dan temaram terasa. Sementara Bulan masih penuh dan benderang diluaran. Bintang malam ini tak menampakkan diri, adakah yang mengalahkan sinar bulan dari kejauhan?
Keadaan yang dibuat seolah-olah mistis. Semuanya bernyanyi lebih aktif malam ini, bersorak, segala macam bunyi. Aku bergidik dan berpura-pura tuli. mendelikkan mata dan awas saat terdengar bunyi sesuatu sekecil apapun. Namun masih terlelap lah sedarah.
Bunyi tiang dipukul telah terdengar, waktu menunjukkan pukul 02:49 dini hari. Jangkrik telah heboh lagi berbunyi. Entah apa sekarang telah musim kawin?Ah motor tak jua ingin kalah, derum bunyi memekakkan telinga, berhentilah mencintai kehidupan dunia, anak muda.
Aku tenang. Ada yang mulai terasa berat, aku pilih untuk bertahan.
Aku akan ambruk. Tahanlah aku cepat.
Jumat, Agustus 17, 2012
mohon maaf
sebenernya kemarin ada 2 posting yang berisikan cerpen yg aku buat
tp terpaksa harus aku hapus. karena takut di diskualifikasi soalnya aku lagi mau ikutan sayembara cerpen
mohon maaf *kyk ada aja yg mau baca -__-*
mohon doa nya ya semoga aku menang haha. soalnya lg butuh duit :p
tp terpaksa harus aku hapus. karena takut di diskualifikasi soalnya aku lagi mau ikutan sayembara cerpen
mohon maaf *kyk ada aja yg mau baca -__-*
mohon doa nya ya semoga aku menang haha. soalnya lg butuh duit :p
Jumat, Agustus 10, 2012
Bersyukur
Ya Allah terima kasih atas nikmat tak terkira yang Engkau berikan kepadaku, kepada orang tuaku.
Aku bersyukur karena itu.
Sekarang, aku berusaha untuk selalu ada di jalanMu yang lurus. Untuk tetap istiqomah.
Alhamdulillah aku masih diberikan hati untuk berpikir bahwa yang lalu-lalu aku banyak melakukan kesalahan.
Banyak tuturku yang kasar di depan orang lain, ataupun sifatku yang buruk.
Tapi aku selalu berusaha memperbaikinya.
Mungkin orang menganggap aku sok, sok alim atau bagaimana.
Tapi tak mengapa karena aku takut kepadaMu sang maha pencipta.
Aku takut masuk ke neraka, aku ingin menjalankan kewajibanku sebagai seorang muslimah yang taat.
Ya Allah semoga imanku tidak goyah dengan keadaan duniawi, semoga aku tetap selalu mengingatMu Ya Allah.
Ya Allah tuntunku untuk selalu di jalan yang benar.
Maafkan segala khilafku selama ini.
Semoga aku juga bisa mengantarkan kedua orang tuaku ke surga.
Agar mereka merasakan nikmatMu disana Ya Allah.
Amin.
Aku bersyukur karena itu.
Sekarang, aku berusaha untuk selalu ada di jalanMu yang lurus. Untuk tetap istiqomah.
Alhamdulillah aku masih diberikan hati untuk berpikir bahwa yang lalu-lalu aku banyak melakukan kesalahan.
Banyak tuturku yang kasar di depan orang lain, ataupun sifatku yang buruk.
Tapi aku selalu berusaha memperbaikinya.
Mungkin orang menganggap aku sok, sok alim atau bagaimana.
Tapi tak mengapa karena aku takut kepadaMu sang maha pencipta.
Aku takut masuk ke neraka, aku ingin menjalankan kewajibanku sebagai seorang muslimah yang taat.
Ya Allah semoga imanku tidak goyah dengan keadaan duniawi, semoga aku tetap selalu mengingatMu Ya Allah.
Ya Allah tuntunku untuk selalu di jalan yang benar.
Maafkan segala khilafku selama ini.
Semoga aku juga bisa mengantarkan kedua orang tuaku ke surga.
Agar mereka merasakan nikmatMu disana Ya Allah.
Amin.
Kamis, Agustus 02, 2012
Singkat saja
Kalau sudah mengerti dosa, kenapa masih dilakukan?
Hanya mengincar kesenangan dunia saja?
Tunggulah saat dimana kalian muak dan menyesal
Aku tidak yakin kalian takut dengan Allah :)
Hanya mengincar kesenangan dunia saja?
Tunggulah saat dimana kalian muak dan menyesal
Aku tidak yakin kalian takut dengan Allah :)
Selasa, Juli 24, 2012
Sedikit saja tak lebih dari secuil makanan semut
"Manusia itu bebas, atau ditentukan oleh kodrat?...." - seno gumira ajidarma
Guratan itu terbentuk karena kecewa. Namun sedikit. Sedikit saja tak lebih dari secuil makanan semut. Seperti setitik nila yang merusak susu sebelanga.
Benak bertanya-tanya, tapi lebih tepatnya introspeksi. Ini aku, ini kemampuanku. Tidak apalah. Dunia tidak berhenti disini saja. Enyahkan hasutan-hasutan sebangsa lucifer mungkin?
Siapkan kuda-kuda. Taklukkan. Pohon hendak menjadi benar-benar kokoh. Melalui apa?
Mungkin akar bisa membantu?
Guratan itu terbentuk karena kecewa. Namun sedikit. Sedikit saja tak lebih dari secuil makanan semut. Seperti setitik nila yang merusak susu sebelanga.
Benak bertanya-tanya, tapi lebih tepatnya introspeksi. Ini aku, ini kemampuanku. Tidak apalah. Dunia tidak berhenti disini saja. Enyahkan hasutan-hasutan sebangsa lucifer mungkin?
Siapkan kuda-kuda. Taklukkan. Pohon hendak menjadi benar-benar kokoh. Melalui apa?
Mungkin akar bisa membantu?
Jumat, Juli 13, 2012
Po dan ak :D
Akar
Ah akar
Apakah akar pernah merasa kasihan dengan pohon?
Akar tidakkah pernah ingin memisahkan diri dengan pohon?
Tapi selama ini yg aku tahu pohon memang bergantung pada akar
Aku senang melihat pohon. Pohon punya daun yang hijau. Sedap dipandang mata.
Aku ingin ke tempat yang banyak pohonnya. Pasti sangat sejuk jika deretan pohon berdiri dengan kokohnya.
Pohon tempat berteduh. Bisa menghilangkan rasa lelah.
Pohon itu penting.
Begitu juga halnya akar yang penting bagi pohon.
Ah akar sebegitukah engkau....
Akar yang menyebabkan pohon tetap tumbuh. Pohon yang masih berusia belia. Sampai akhirnya pohon menjadi pohon yang kokoh. Yang banyak bermanfaat bagi semua orang.
Pohon berubah, namun akar tetap.
Akar, akar dan akar. Dikenalkah engkau oleh rerumput? Atau penikmat keindahan?
Jika ada ulat, ulat lebih dulu memakan daun, kemudian menggerogoti pohon.
Pohon dan daun lebih dulu dilihat.
Sementar akar?
Akar diam, tapi tahu.
Tunggu pohon dimakan usia. Pohon menunjukkan tanda-tandanya.
Pohon menua. Batangnya rapuh. Daunnya layu kemudian jatuh berguguran di atas bumi atau mungkin berterbangan jauh.
Tapi akar?
Tetap hidup
Akar akan tetap hidup meskipun pohon telah mati.
Pohon menysmpaikan salam perpisahan pada rerumputan, pada tanah, pada teman sejawat lainnya.
Akar berusaha.
Suatu saat nanti pohon akan kembali hidup atas bantuan "akar"
Ah akar
Apakah akar pernah merasa kasihan dengan pohon?
Akar tidakkah pernah ingin memisahkan diri dengan pohon?
Tapi selama ini yg aku tahu pohon memang bergantung pada akar
Aku senang melihat pohon. Pohon punya daun yang hijau. Sedap dipandang mata.
Aku ingin ke tempat yang banyak pohonnya. Pasti sangat sejuk jika deretan pohon berdiri dengan kokohnya.
Pohon tempat berteduh. Bisa menghilangkan rasa lelah.
Pohon itu penting.
Begitu juga halnya akar yang penting bagi pohon.
Ah akar sebegitukah engkau....
Akar yang menyebabkan pohon tetap tumbuh. Pohon yang masih berusia belia. Sampai akhirnya pohon menjadi pohon yang kokoh. Yang banyak bermanfaat bagi semua orang.
Pohon berubah, namun akar tetap.
Akar, akar dan akar. Dikenalkah engkau oleh rerumput? Atau penikmat keindahan?
Jika ada ulat, ulat lebih dulu memakan daun, kemudian menggerogoti pohon.
Pohon dan daun lebih dulu dilihat.
Sementar akar?
Akar diam, tapi tahu.
Tunggu pohon dimakan usia. Pohon menunjukkan tanda-tandanya.
Pohon menua. Batangnya rapuh. Daunnya layu kemudian jatuh berguguran di atas bumi atau mungkin berterbangan jauh.
Tapi akar?
Tetap hidup
Akar akan tetap hidup meskipun pohon telah mati.
Pohon menysmpaikan salam perpisahan pada rerumputan, pada tanah, pada teman sejawat lainnya.
Akar berusaha.
Suatu saat nanti pohon akan kembali hidup atas bantuan "akar"
Rabu, Juli 11, 2012
Kata ibuku
Ibuku pernah bilang kepadaku disaat aku bercerita tentang teman-teman yang membuatku kesal dan tidak suka denganku.
Kata beliau :
"Kadang orang yang membuat kesal ataupun orang yang tidak suka sama ila itu nanti justru jadi teman baik ila. Begitupun sebaliknya."
Aku berpikir, dan kemudian aku resapi. Benar kata ibuku. Aku dulu pernah merasakan kejadian itu.
Tapi yang sangat aku harap, kejadian itu tak akan pernah terjadi lagi.
Kata beliau :
"Kadang orang yang membuat kesal ataupun orang yang tidak suka sama ila itu nanti justru jadi teman baik ila. Begitupun sebaliknya."
Aku berpikir, dan kemudian aku resapi. Benar kata ibuku. Aku dulu pernah merasakan kejadian itu.
Tapi yang sangat aku harap, kejadian itu tak akan pernah terjadi lagi.
Selasa, Juli 10, 2012
Pohon dan akar
Aku rasakan bau malam
Bau udara yang berhembus pelan, juga bau keheningan
Kuku-kuku mencakar pelan, lalu lebih keras lagi hingga menyerah
Memori....
Pohon masih terlalu muda, terombang-ambing oleh ego nya angin
Akarnya belum merekat sempurna pada lapisan paling bawah
Aku rasakan bau tanah itu
Aku hirup
Pekat, pahit
Pohon malam bergantung pada bulan
Pada hembusan angin yang diiringi serpihan remah-remah makanan
Lalu daun tak luput
Akar pohon yang hendak mencapai lapisan terbawah terkuat tanah
Apakah bisa?
Butuh waktu berapa lama?
Pohon, akar, dan waktu
Balikkan jam pasir yang lubangnya sekecil tusukan jarum jahit pada jemari
Tunggulah....
Bau udara yang berhembus pelan, juga bau keheningan
Kuku-kuku mencakar pelan, lalu lebih keras lagi hingga menyerah
Memori....
Pohon masih terlalu muda, terombang-ambing oleh ego nya angin
Akarnya belum merekat sempurna pada lapisan paling bawah
Aku rasakan bau tanah itu
Aku hirup
Pekat, pahit
Pohon malam bergantung pada bulan
Pada hembusan angin yang diiringi serpihan remah-remah makanan
Lalu daun tak luput
Akar pohon yang hendak mencapai lapisan terbawah terkuat tanah
Apakah bisa?
Butuh waktu berapa lama?
Pohon, akar, dan waktu
Balikkan jam pasir yang lubangnya sekecil tusukan jarum jahit pada jemari
Tunggulah....
Sabtu, Juni 30, 2012
Apa ya?
Aku sama sekali tidak pernah berniat jahat. Atau menyumpah. Atau mengingingkan kejahatan. Tapi entah kenapa ada sebuah keyakinan, hmm buah pikiran lebih tepatnya.
Memang sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Menurutku belum sepantasnya saja. Memang ada sebuah kebanggan dalam tiap pikiran untuk memberitahu siapapun. Tapi apakah pernah terbersit sebuah sesal?
Entah kenapa aku iseng meramal. Saat itu mulai kejadian. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua sudah diatur. Tapi aku yakin semua yang berlebihan dan belum pasti itu akan runtuh. Aku bukan jahat. Tapi ini hanya buah pikiran.
Segala sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik. Ayo aku akan menunggu sampai benar-benar terjadi apa yang aku pikirkan.
Maka dari itu aku tidak pernah ingin berlebihan.
Memang sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Menurutku belum sepantasnya saja. Memang ada sebuah kebanggan dalam tiap pikiran untuk memberitahu siapapun. Tapi apakah pernah terbersit sebuah sesal?
Entah kenapa aku iseng meramal. Saat itu mulai kejadian. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua sudah diatur. Tapi aku yakin semua yang berlebihan dan belum pasti itu akan runtuh. Aku bukan jahat. Tapi ini hanya buah pikiran.
Segala sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik. Ayo aku akan menunggu sampai benar-benar terjadi apa yang aku pikirkan.
Maka dari itu aku tidak pernah ingin berlebihan.
Kamis, Mei 24, 2012
1:28
kelam. gulita dan sebuah gumaman kecil dalam tahanan bibir yang bergetar lirih. kemudian ingatanku tentangNya bukan waktu yang tepat untuk mengutuk.
mega yang sudah kelam. kemudian akan berganti kelabu dan sebentar lagi biru. kokok si jago. embun yang menetes. sebentar lagi. namun masih belum bisa mengatup.
kegelisahan menyapa. namun dirobek oleh rasa perih. indra terbuka. kemudian tertutup lagi. adakah yang salah? atau aku yang memang memulai nya?
aku hanya berharap terkatup. bagaimanapun caranya. malaikat-malaikat, bantu aku.
tolong!
mega yang sudah kelam. kemudian akan berganti kelabu dan sebentar lagi biru. kokok si jago. embun yang menetes. sebentar lagi. namun masih belum bisa mengatup.
kegelisahan menyapa. namun dirobek oleh rasa perih. indra terbuka. kemudian tertutup lagi. adakah yang salah? atau aku yang memang memulai nya?
aku hanya berharap terkatup. bagaimanapun caranya. malaikat-malaikat, bantu aku.
tolong!
Senin, Mei 07, 2012
cerita hari ini
Aku masih terduduk di atas kasur empuk ini. Termenung. Alam pikiranku melalang buana. Sebuah novel berjudul larung tergeletak manis di samping kiriku menunggu lembar demi lembar kalimat di setiap kertas itu aku lahap dalam keheningan membaca. Namun aku masih bergeming. Aku mengantuk. Aku tidak bisa berkonsentrasi membaca disaat seperti ini. Terlebih lagi kalimat demi kalimat di novel ini berat. Perlu pemahaman intelektual.
Keadaan tidak sepenuhnya hening. Terdengar bunyi gemerisik dari luar. Mungkin para pekerja. Mungkin motor. Mungkin mobil. Dan sejuta kemungkinan lainnya. Tapi kita tidak akan pernah tahu jika tidak melihat keluar bukan?
Kemudian adzan dengan merdunya terdengar dari setiap penjuru masjid sekitar Tembalang ini. Memanggil para umat muslim untuk melakukan kewajiban sholat dzuhur dihari yang terik namun juga menyejukkan hati karena aku baru aja mendengar panggilan sholat. Membuat aku terhenyak dari pikiranku. Lamunanku. Kebosanan. Keheningan batin mungkin? Aku sudah harus ke kamar mandi untuk membasuh anggota tubuhku dengan air wudhu. Ya Allah ini waktu beribadah kepadaMu. Aku ingin bercerita banyak tentang hari-hariku. Tentang apa saja. Aku tak ingin menunda. Karena aku tak akan tahu berapa lama umurku
Tembalang, 7 mei 2012. siang hari yang lumayan sejuk
Aku tidak ingin tidur. Tidak ingin. Tidak ingin!
Namun kelopak mata seolah diberatkan oleh kiloan emas. Berat. Aku hanya mengerjapkan mataku menahan kantuk. Badanku tidak menolak. Dia merasa nyaman berbaring di kasur empuk. Di suasana yang tidak terlalu panas ini pilihan untuk tidur bukan menjadi masalah. Namun masalah bagiku. Buka pada kau.
Hembusan dari angin buatan membuatku terbuai, seolah kau berada di pulau Hawaii. Menikmati semilir angin pantai, ditemani secangkir jus buah segar. Cemilan gurih dan nikmat. Tak lupa juga topi bundar menghiasi kepala. Surga dunia. Ingin menjadi nyata saja.
Sekali lagi hembusan angin ini seolah mengajak untuk menina bobokkan dirimu. Berkata "ayolah tidur saja, ini waktu yang tepat" dan diberi hiasan senyuman memikat ala wanita cantik yang menggoda pria.
Aku berusaha melawan. Kemudian berhasil. Kemudian larut lagi.
Sebenarnya apa konsep dari semua ini?
Perlukah sebuah alasan dari pertanyaan konyol ini. Tak akan pernah dan bisa kujawab karena disini lah tempatnya terjawab sudah. Ataukah belum? Terlalu jamak. Namun aku mengerti dan seulas senyum tipis melingkari sudut bibirku.
Tembalang, 7 mei 2012. 03:45 PM
Sore ini hujan turun dengan derasnya membasahi bumi. Aku masih tetap di tempat yang sama. Tempat favoritku. Tempat ternyamanku disini. Aku belum merasakan kedingingan ketika hujan. Cuma sejuk saja. Namun momen ini juga menyenangkan. Walaupun aku justru tak berjodoh dengan siomay dan jus lagi. Tapi tak mengapa.
Akhir-akhir ini aku suka mengabadikan foto saat hujan. Walaupun hasilnya sangat jelek. Aku tidak memakai kamera SLR sehingga bokeh dan fokus yang aku inginkan tidak nampak. Air hujan yang jatuh itu indah. Jatuhnya cepat seperti ketika kau bangun kesiangan dan dengan grasa-grusu mempersiapkan semuanya. Hujan itu berkah. Aku suka itu. Hujan membuat tanaman subur. Menyirami tanah yang gersang, rerumputan, pohon mangga yang berbuah mengkal, kemudian buah mangga muda itu kepayahan melindungi diri dari air. Namun ia juga menikmatinya. Hujan diiringi kilat. Kadang petir. Kadang gledek. Sore ini hujan diiringi gledek dan kilat. Momen itu menghiasi langit yang keabu-abuan. Langit seolah bernyanyi, memainkan instrument yang pas ketika hujan. Membuat anak kecil berlari-lari keluar dari rumah. Berteriak bebas. Tertawa menunjukkan gigi mungil mereka. Lucu. Mereka gembira. Namun ibunya akan berteriak dari dalam rumah. "Nak, pulanglah! Jangan main hujan. Nanti kau sakit." namun anak tetap pada kegiatannya. Menikmati hujan. Anak sekecil itu menyukai hujan dan tidak memikirkan apapun juga kecuali kegembiraan. Aku juga ingin menjadi seperti itu.
Namun hujan membuat perutku menjadi cepat lapar. Ah tidak. Jangan salahkan hujan. Karena ini salahku. Aku memang belum makan siang. "Tuan, temani lambung dengan aneka jenis teman buat kami. Kami butuh teman disini." jika saja perut bisa meminta. Mungkin seperti itulah bunyi nya. Lambung kosong. Hanya terisi mie instan dan setengah air mineral saja. Perutku bergemerutuk lagi. Namun aku masih diam. Karena tidak ada yang bisa dimakan. Sekarang sedang hujan. Aku masih harus disini. Di tempat favoritku. Namun jangan salahkan hujan. Karena ini salahku. Aku memang belum makan siang.
Hujan masih saja dengan anggunnya turun. Siraman berkah dari langit. Masih mengguyur bumi ini. Keberkahan. Hujan akan menyisakan bau khas tanah basah. Aku hapal bau itu. Kadang juga menyisakan bau khas rumput. Bau itu harum. Coba kalian hirup baunya. Namun sekarang aku masih harus disini. Di tempat favoritku.
Sabtu, Mei 05, 2012
Kopi kopi
Sebenarnya hal kecil bisa menjadi besar dan besar menjadi kecil tergantung diri kita yang memaknai nya sendiri. Hidup ini memang indah adanya. Seperti bunga yang bermekaran segar di pagi hari. Indah. Sedap dipandang. Membuat daun-daun kembali sumringah. Rentetan pohon yang berdiri kokoh. Begitupun bentala tempat kita berpijak atas izin dari-Nya. Namun hidup memang tidak selamanya mulus. Semua orang menghadapi kerikil-kerikil tajamnya kehidupan. Tak terkecuali juga aku. Acapkali aku merasakan kejenuhan hidup ini. Entah kenapa. Rasanya kosong saja. Penat. Datar. Lalu aku tidak bisa berbuat apa-apa. Selain meratapi.
Kadang suatu hal yang sederhana pun bisa membuat diri kita bahagia, seperti minum kopi misalnya (ini kata temanku). Menyeruput kopi yang sedang mengepulkan asapnya memang membuat rasa beda tersendiri bagi penikmatnya. Kopi itu hitam. Nikmat. Namun kopi juga punya sisi pahit. Jika rasa itu pas. Akan sangat nikmat diseruput. Tak peduli dengan kafein yang terkandung di dalamnya. Tak peduli bahwa itu dapat merusak gigi, dan mengubahnya menjadi kuning laksana kulit sus. Tapi aku menikmati saat-saat itu. Terakhir aku minum kopi beberapa hari kemarin. Begitu nikmat. Hangat. Melewati mulut, lidah, tenggorokan, hingga sampai ke perutku rasa hangatnya. Aku bahagia. Namun apakah akan tetap nikmat jika kopi itu benar-benar pahit tanpa gula sekalipun dan apakah akan tetap nikmat jika asap yang mengepul itu hilang tak lagi menari-nari diatas genangan pulau kecil hitam itu? Aku rasa hambar. Tidak enak. Bosan.
Dari buku yang aku baca yang berjudul filosofi kopi karya dee Aku bisa menyunggingkan senyum membenarkan dan mencintai hidup ini.
"KOPI TIWUS" Artinya : walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya.
Kadang suatu hal yang sederhana pun bisa membuat diri kita bahagia, seperti minum kopi misalnya (ini kata temanku). Menyeruput kopi yang sedang mengepulkan asapnya memang membuat rasa beda tersendiri bagi penikmatnya. Kopi itu hitam. Nikmat. Namun kopi juga punya sisi pahit. Jika rasa itu pas. Akan sangat nikmat diseruput. Tak peduli dengan kafein yang terkandung di dalamnya. Tak peduli bahwa itu dapat merusak gigi, dan mengubahnya menjadi kuning laksana kulit sus. Tapi aku menikmati saat-saat itu. Terakhir aku minum kopi beberapa hari kemarin. Begitu nikmat. Hangat. Melewati mulut, lidah, tenggorokan, hingga sampai ke perutku rasa hangatnya. Aku bahagia. Namun apakah akan tetap nikmat jika kopi itu benar-benar pahit tanpa gula sekalipun dan apakah akan tetap nikmat jika asap yang mengepul itu hilang tak lagi menari-nari diatas genangan pulau kecil hitam itu? Aku rasa hambar. Tidak enak. Bosan.
Dari buku yang aku baca yang berjudul filosofi kopi karya dee Aku bisa menyunggingkan senyum membenarkan dan mencintai hidup ini.
"KOPI TIWUS" Artinya : walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya.
Minggu, April 15, 2012
Enam lewat lima terduduk
Memang tak akan pernah bisa melakukan hal apapun sendirian. Tapi kenapa justru sekarang aku berusaha untuk melakukan semua itu sendirian. Banyak faktor. Bisa dibilang aku sudah berada di titik keputus-asaan tertinggi. Aku pikir aku bisa tapi ternyata belum.
Mengapa manusia itu menganut aliran air susu di balas air tuba? Bukankah kita semua hanya makhluk ciptaan-Nya. Tidak seharusnya berbuat begitu bukan?
Bisakah aku hanya bergelut di bidangku tanpa harus bersusah payah memikirkan hal lain? Faktanya aku tidak bisa. Aku manusia. Aku makhluk sosial. Aku butuh orang!!
Ah, begitu susahnya menyadari kekhilafan diri sendiri. Aku berkaca maka kemudian aku menyadari. Menurutku. Tapi berbeda dengan mereka. Yang berhak bukan aku, tapi mereka. Serahkan kepada mereka. Tapi mereka bungkam seolah ini bukan masalah besar. Bertindak saja. Diam. Kemudian seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tapi lagi-lagi aku melihat perubahan. Apa aku yang terlalu perasa?
Andai aku bisa membaca isi hati mereka, kurasa itu yang paling baik. Namun impian belaka.
Mengapa manusia itu menganut aliran air susu di balas air tuba? Bukankah kita semua hanya makhluk ciptaan-Nya. Tidak seharusnya berbuat begitu bukan?
Bisakah aku hanya bergelut di bidangku tanpa harus bersusah payah memikirkan hal lain? Faktanya aku tidak bisa. Aku manusia. Aku makhluk sosial. Aku butuh orang!!
Ah, begitu susahnya menyadari kekhilafan diri sendiri. Aku berkaca maka kemudian aku menyadari. Menurutku. Tapi berbeda dengan mereka. Yang berhak bukan aku, tapi mereka. Serahkan kepada mereka. Tapi mereka bungkam seolah ini bukan masalah besar. Bertindak saja. Diam. Kemudian seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tapi lagi-lagi aku melihat perubahan. Apa aku yang terlalu perasa?
Andai aku bisa membaca isi hati mereka, kurasa itu yang paling baik. Namun impian belaka.
Minggu, April 08, 2012
Catatan pada satu malam dingin hingga masuk angin
Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan
Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudera terkelam
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama namun terasa ada
Ajarkan aku,
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut
Tunggu aku,
Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu.
(supernova : akar, Dewi 'dee' lestari)
Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudera terkelam
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama namun terasa ada
Ajarkan aku,
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut
Tunggu aku,
Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu.
(supernova : akar, Dewi 'dee' lestari)
Selasa, April 03, 2012
Catatan dini hari di satu taman yang banyak banci
Engkaulah kilatan cahaya yang menyapulenyapkan segala jejak dan bayang
Engkaulah bentangan sinar yang menjembatani jurang antar duka mencinta dan bahagia terdera
Engkaulah terang yang kudekap dalam gelap saat Bumi bersiap diri untuk selamanya lelap
Andai kau sadar arti pelitamu.
Andai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmu.
Tak akan kau sayatkan luka demi menggarisi jarakmu dengan aku
Karena kita satu.
Andai kau tahu.
(supernova : petir. Dewi 'dee' lestari)
Engkaulah bentangan sinar yang menjembatani jurang antar duka mencinta dan bahagia terdera
Engkaulah terang yang kudekap dalam gelap saat Bumi bersiap diri untuk selamanya lelap
Andai kau sadar arti pelitamu.
Andai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmu.
Tak akan kau sayatkan luka demi menggarisi jarakmu dengan aku
Karena kita satu.
Andai kau tahu.
(supernova : petir. Dewi 'dee' lestari)
Sabtu, Maret 31, 2012
selamat ulang tahun untuk ila
hari ini aku ulang tahun ke 18
tapi flat aja gitu
aku juga gak seneng banget
sumpah biasa aja
pas temen ngucapin jam 12 malem
aku malah bangun subuh :p
ntahlah aku gak merasa ada yang spesial
mungkin akan berbeda keadaannya kalau ini ulang tahunku yang ke 25
sejujurnya aku pengen cepet2 umur kepala 2
yahh, alasanku simpel
cuma karena sesuatu lah
aku pengen cepet2 jadi orang dewasa
bukan keadaan seperti ini
tapi dinikmati saja lah
semuanya kan udah diatur sama yang diatas
tapi flat aja gitu
aku juga gak seneng banget
sumpah biasa aja
pas temen ngucapin jam 12 malem
aku malah bangun subuh :p
ntahlah aku gak merasa ada yang spesial
mungkin akan berbeda keadaannya kalau ini ulang tahunku yang ke 25
sejujurnya aku pengen cepet2 umur kepala 2
yahh, alasanku simpel
cuma karena sesuatu lah
aku pengen cepet2 jadi orang dewasa
bukan keadaan seperti ini
tapi dinikmati saja lah
semuanya kan udah diatur sama yang diatas
Jumat, Maret 23, 2012
catatan di satu pagi buta di atas atap rumah tetangga
Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal Hidup.
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam Cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara.
Kau hadir dengan ketiadaan.
Sederhana dalam ketidakmengertian.
Gerakmu tiada pasti.
Namun aku terus di sini.
Mencintaimu.
Entah kenapa.
(supernova : ksatria, putri, dan bintang jatuh. Dewi 'dee' lestari)
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam Cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara.
Kau hadir dengan ketiadaan.
Sederhana dalam ketidakmengertian.
Gerakmu tiada pasti.
Namun aku terus di sini.
Mencintaimu.
Entah kenapa.
(supernova : ksatria, putri, dan bintang jatuh. Dewi 'dee' lestari)
Minggu, Februari 05, 2012
sendiri
Aku tak pernah merasa senang ketika aku harus sendiri. Sendiri dalam arti lain. Ketika batinku harus sendiri. Yahh, setidaknya benar-benar persis dengan majas “aku sendiri di keramaian”. Seperti itulah aku sekarang.
Aku tak pernah menginginkan sendiri seperti ini. Tapi ada daya, akhirnya keadaan pun mengalahkan keinginanku. Aku kalah telak dalam hal ini.
Ketika sendiri. Terlalu banyak pikiran melayang di benak. Terlalu banyak kemungkinan dan asumsi yang muncul bagai semut memenuhi otak. Pecah. Bercampur. Lebur. Aku kalah telak.
Sendiri tidak jauh dari sifat anak kecil yang tak dibelikan barang kesukaan. Yah, menangis lah yang aku maksud. Aku menangis. Selalu menangis di kesendirian batin ini. Namun aku heran mengapa aku sangat suka menangis. Padahal aku tau menangis itu membuat aku terlihat seperti lemah. Tapi hanya aku yang tau. Aku tidak lemah. Aku hanya merasa ‘agak’ lebih tenang sementara dengan menangis. Menangis adalah obatku. Kemudian, setelah menangis aku merasa satu, dua orang dalam khayal batinku mulai menemani, seperti orang itu mulai menyemangatiku. Padahal dalam real, tidak ada satu pun orang yang menemaniku kala itu. Hahaha. Aku tidak terlalu hebat dalam menyembunyikan kesendirianku. Aku sama seperti manusia lainnya. Aku memakai topeng. Topeng kejujuran dan kedustaan. Manusia itu memakai topeng bukan?
Kalau seperti ini, aku hanya ingin orang-orang terdekatku menemaniku. Itu saja. Sedikit memberikan motivasi dan semangat itu sudah cukup. Sangat cukup.
Tuhan, aku lelah seperti ini. Lelah dalam kesendirian, sementara harusnya aku menikmati hidup ini. Aku tidak boleh sendiri dalam batin. Yah, aku akan berusaha. Aku akan keluar dari belenggu ini. Pasti. Itu janjiku.
Jumat, Februari 03, 2012
pokoknya hari ini
hari ini itu, aku kepo banget deh hehe
aku ngeliat-ngeliat foto temen-temen di fb
terus baca-baca blog mereka
tapi sekarang aku lagi agak bersedih
biasa lah hehe
aku gak bisa curhat-curhat disini buat hal yang pribadi
maaf ya
bukannya gak mau, tapi ada banyak faktor :(
=======================================
Tuhan gak pernah tidur
Tuhan juga tau setiap doa yang aku panjatkan secara tulus di setiap sholatku
Ya Allah kabulkan doa-doaku
aku mohon Ya Allah
semoga itu tidak terjadi kepada kami
aminnnnn
aku ngeliat-ngeliat foto temen-temen di fb
terus baca-baca blog mereka
tapi sekarang aku lagi agak bersedih
biasa lah hehe
aku gak bisa curhat-curhat disini buat hal yang pribadi
maaf ya
bukannya gak mau, tapi ada banyak faktor :(
=======================================
Tuhan gak pernah tidur
Tuhan juga tau setiap doa yang aku panjatkan secara tulus di setiap sholatku
Ya Allah kabulkan doa-doaku
aku mohon Ya Allah
semoga itu tidak terjadi kepada kami
aminnnnn
Kamis, Februari 02, 2012
hari yang menyenangkan
hari ini menyenangkan sekali
akhirnya aku bertemu dengan sahabat-sahabatku di palembang ini
mereka adalah memed, anggun, adel dan rezca
kami pergi jalan-jalan ke jakabaring dan ke pim
di jakabaring kami main ke danau sky air
muter-muter di danau dengan kapal karet
sangat menyenangkan
kami juga banyak foto-foto
pkoknya hari ini full senang dan tertawa :D
nanti ya kapan-kapan aku upload foto kami
makasih ya sahabat-sahabatku
aku sayang sama kalian :*
akhirnya aku bertemu dengan sahabat-sahabatku di palembang ini
mereka adalah memed, anggun, adel dan rezca
kami pergi jalan-jalan ke jakabaring dan ke pim
di jakabaring kami main ke danau sky air
muter-muter di danau dengan kapal karet
sangat menyenangkan
kami juga banyak foto-foto
pkoknya hari ini full senang dan tertawa :D
nanti ya kapan-kapan aku upload foto kami
makasih ya sahabat-sahabatku
aku sayang sama kalian :*
Rabu, Februari 01, 2012
Rabu, Januari 25, 2012
bab 39
...........
"Mademoiselle," katanya dengan mata mengerling. "Jika..." Jacques sengaja memotong kalimatnya. "Jika kebetulan terjadi..."
"Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, apa artinya?" Marja melanjutkan.
Jacques mengangguk. "Ya. Apa artinya?"
"Artinya," sahut Marja. Ia teringat jawaban Parang Jati. Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, seorang ilmuwan akan mencari pola, dan seorang beriman akan mencari rencana Tuhan. Tapi, ah, ia bukan ilmuwan ataupun orang beriman. Ia hanya orang biasa yang, kalau bisa, ingin berbuat baik pada orang lain.
Lalu Marja menjawab, "Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, artinya masing-masing kita memiliki peran."
Jacques mengangkat alis, menunjukkan bahwa jawaban si manis Marja membuat ia takjub.
"Oh la la. Kalau begitu, apa peran saya, si Jacques tua ini?"
Marja memonyongkan bibir. Ia tak berani menyatakan peran Jacques yang utama baginya. Sebab Jacques-lah yang dulu menyatakan apa yang saat itu belum selesai tertulis di pelupuk.
"Peran kamu, Jacques....," Marja diam sejenak. Ia mengecilkan suara dan mendekatkan mulutnya ke telinga lelaki jangkung itu. "... mungkin adalah membuat saya lebih jujur."
Jacques mengerling sambil menempelkan telunjuk ke mulut, memberi isyarat bahwa itu adalah rahasia di antara mereka berdua saja. Ah, ada yang Marja belum bisa rumuskan. Barangkali karena ia masih belia. Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, maka kita bisa mencoba membaca tanda. Dan Jacques sesungguhnya hanya membaca tanda yang sedang menjadi di mata Marja ketika itu. "La sémiotique," kata si lelaki tua.
Dan setiap kali sebuah tanda selesai dibaca, setiap kali pula yang ditandainya telah bergerak. Seperti hubungan Marja dan Parang Jati yang cair, mengalir.
(Manjali dan Cakrabirawa bab 39 halaman 247)
"Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, apakah kamu percaya bahwa itu tidak bermakna?" (Roman Misteri Manjali dan Cakrabirawa - Seri Bilangan Fu)
"Mademoiselle," katanya dengan mata mengerling. "Jika..." Jacques sengaja memotong kalimatnya. "Jika kebetulan terjadi..."
"Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, apa artinya?" Marja melanjutkan.
Jacques mengangguk. "Ya. Apa artinya?"
"Artinya," sahut Marja. Ia teringat jawaban Parang Jati. Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, seorang ilmuwan akan mencari pola, dan seorang beriman akan mencari rencana Tuhan. Tapi, ah, ia bukan ilmuwan ataupun orang beriman. Ia hanya orang biasa yang, kalau bisa, ingin berbuat baik pada orang lain.
Lalu Marja menjawab, "Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, artinya masing-masing kita memiliki peran."
Jacques mengangkat alis, menunjukkan bahwa jawaban si manis Marja membuat ia takjub.
"Oh la la. Kalau begitu, apa peran saya, si Jacques tua ini?"
Marja memonyongkan bibir. Ia tak berani menyatakan peran Jacques yang utama baginya. Sebab Jacques-lah yang dulu menyatakan apa yang saat itu belum selesai tertulis di pelupuk.
"Peran kamu, Jacques....," Marja diam sejenak. Ia mengecilkan suara dan mendekatkan mulutnya ke telinga lelaki jangkung itu. "... mungkin adalah membuat saya lebih jujur."
Jacques mengerling sambil menempelkan telunjuk ke mulut, memberi isyarat bahwa itu adalah rahasia di antara mereka berdua saja. Ah, ada yang Marja belum bisa rumuskan. Barangkali karena ia masih belia. Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, maka kita bisa mencoba membaca tanda. Dan Jacques sesungguhnya hanya membaca tanda yang sedang menjadi di mata Marja ketika itu. "La sémiotique," kata si lelaki tua.
Dan setiap kali sebuah tanda selesai dibaca, setiap kali pula yang ditandainya telah bergerak. Seperti hubungan Marja dan Parang Jati yang cair, mengalir.
(Manjali dan Cakrabirawa bab 39 halaman 247)
"Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, apakah kamu percaya bahwa itu tidak bermakna?" (Roman Misteri Manjali dan Cakrabirawa - Seri Bilangan Fu)
Senin, Januari 09, 2012
teka-teki dan misteri
ada di dunia ini hal yang merupakan teka-teki, ada yang merupakan misteri.
dan beda keduanya adalah ini :
teka-teki adalah rahasia yang jawabannya tetap dan pasti.
jika engkau cerdik, niscaya engkau menemukannya.
dalam teka-teki, sesuatu itu ditampilkan sebagian kecilnya saja, terkadang beberapa bagian kecil yang terpecah-pecah.
engkau harus menemukan jawaban yang sejak awal tetap dan pasti itu dengan menghubung-hubungkan keping-keping tanda yang bisa ditemukan.
tetapi misteri adalah rahasia yang jawabnya tak pernah kita tahu adakah ia tetap dan pasti.
sesuatu samar-samar menampakkan diri, tapi kita tak akan pernah bisa memegangnya.
pada teka-teki, jawaban adalah tujuan.
di sana, yang utama adalah tujuan.
pada misteri, sesuatu yang tersamar dan membuat penasaran itu memang juga tujuan.
tapi jalan yang kita tempuh itulah yang ternyata menjadi akhir.
misteri menjelmakan suasana kepedihan dan harapan.
dan suasana itu, anehnya, indah.
-Bilangan Fu halaman 413-
dan beda keduanya adalah ini :
teka-teki adalah rahasia yang jawabannya tetap dan pasti.
jika engkau cerdik, niscaya engkau menemukannya.
dalam teka-teki, sesuatu itu ditampilkan sebagian kecilnya saja, terkadang beberapa bagian kecil yang terpecah-pecah.
engkau harus menemukan jawaban yang sejak awal tetap dan pasti itu dengan menghubung-hubungkan keping-keping tanda yang bisa ditemukan.
tetapi misteri adalah rahasia yang jawabnya tak pernah kita tahu adakah ia tetap dan pasti.
sesuatu samar-samar menampakkan diri, tapi kita tak akan pernah bisa memegangnya.
pada teka-teki, jawaban adalah tujuan.
di sana, yang utama adalah tujuan.
pada misteri, sesuatu yang tersamar dan membuat penasaran itu memang juga tujuan.
tapi jalan yang kita tempuh itulah yang ternyata menjadi akhir.
misteri menjelmakan suasana kepedihan dan harapan.
dan suasana itu, anehnya, indah.
-Bilangan Fu halaman 413-
Rabu, Januari 04, 2012
aku pengen kurus
huaaaaaaaaaaaaaa
pengen kurus pengen kurus pengen kurusssssss
pengen olahraga tapi males
gimana coba bisa kurus kalo kayak gini :((
menyedihkan sekali
pengen kurus pengen kurus pengen kurusssssss
pengen olahraga tapi males
gimana coba bisa kurus kalo kayak gini :((
menyedihkan sekali
Langganan:
Postingan (Atom)
