kelam. gulita dan sebuah gumaman kecil dalam tahanan bibir yang bergetar lirih. kemudian ingatanku tentangNya bukan waktu yang tepat untuk mengutuk.
mega yang sudah kelam. kemudian akan berganti kelabu dan sebentar lagi biru. kokok si jago. embun yang menetes. sebentar lagi. namun masih belum bisa mengatup.
kegelisahan menyapa. namun dirobek oleh rasa perih. indra terbuka. kemudian tertutup lagi. adakah yang salah? atau aku yang memang memulai nya?
aku hanya berharap terkatup. bagaimanapun caranya. malaikat-malaikat, bantu aku.
tolong!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar