Halaman

Sabtu, April 27, 2013

Bungkam

Kita ini sudah terlalu pandai.
Tapi kita juga terlalu ceroboh.
Bagaimana bisa sebuah teater ini menyeruak asap pembakaran sampah?

Kau dan aku hanya hadir dalam fana.
Membelit banyak peristiwa dan cita-cita.
Bergumpal gula-gula, asam, dan brotoali.
Kau tidak memilih diantaranya.

Betapa kuatnya kau bercangkang beludru tebal.
Keputih-putihan, tak larut dan keras.
Kau hanya pucat lalu membiru setelahnya.

Sementara aku?
Masih sangat kuno membelah pikiran.
Mencari-cari lelehan api.

Tembalang, 27 april 2013

Minggu, April 14, 2013

Tanda dari Tuhan

Akhir-akhir ini Tuhan selalu mengirim saya tanda-tanda.
Kali ini semuanya jelas.
Saya tidak tahu itu hanya imajinasi saya atau benar-benar tanda.
Apa karena saya yang sedang kacau, lalu tanda itu muncul dengan sendirinya?

Saya percaya Tuhan sangat baik dengan saya.
Tapi sebenarnya saya sedikit nakal kepada-Nya. Hehe.
Saya sebenarnya selalu bertanya-tanya apa rahasia-Nya selanjutnya.
Saya ingin tahu sekarang.
Padahal saya tidak akan pernah tahu rahasia Tuhan itu apa.

Tuhan, iya saya akan terus jadi artisMu, menjadi bagian dari semua skenarioMu.
Walaupun seringkali saya memaksa semua apa yang Tuhan rencanakan, tapi sebenarnya saya bisa apa?
Hahahaha.
Ya Tuhan, saya dan manusia lainnya memang terus berubah.
Manusia memang terus berubah dan cepat berubah.

Selasa, April 09, 2013

Yang tertinggal hanya aroma angin menyeruak ke dalam pohon yang terguling lemah.
Cicit-cicit burung serupa tawa peri merah.
Peri merah menyeringai senang.
Namun pohon masih tak berdaya.

Kali lain aroma darah bercampur angin kehitaman menelusuk ke daging pohon.
Semakin buruklah pohon itu sekarang.
Bukan hanya aroma yang datang namun kematian pun beriringan.

Pohon buntung tanpa nyawa.
Sebab nyawa sudah dipersembahkan pada rumah mewah diujung sekuntum bunga.

9 April 2013

Senin, April 08, 2013

Tubuh ini sudah dingin berlumur minyak.
Tangan melambai lemah memanggil api.
Ia membawa sebuah korek api.
"Kkkkrrrrkk.... nyesss......"
Semburat oranye kemerah-merahan melalap tubuh.
Nyalanya semakin membesar tatkala iblis meniupkan neraka kecil.

Beberapa meter terdengar tawa.
Tawa itu masih tawa beraroma darah.
Tubuh menoleh lemah menyisakan bertetes keringat bercampur aroma minyak dan abu.
Tubuh tergolek diam... Kali ini sudah berhenti.

Tubuh menjadi abu.
Menghilang sekali diinjak ribuan kaki kecil mungil namun mengeluarkan banyak darah.
Tubuh luruh.

Tubuh-tubuh lain tumbuh keriting berakar-akar di atas tanah.
Menumbuhkan tubuh baru.
Tubuh lama sudah fana.
Ia menghilang bersama ribuan dedaun yang dibakar di minggu pagi hari.

8 April 2013
Seseorang dengan teganya memotong sebuah pohon yang mulai tumbuh kokoh.
Dipisahkannya pohon dan akar.
Silakan tebak mana yang dibutuhkan?
Seseorang memilih akar.
Akar itu dipercantiknya, dipoles sedemikian rupa. Akar itu berubah.

Pohon hanya ditinggalkan lalu dibuang ke sebuah hutan lebat.
Pohon itu hanya tinggal daging putih tanpa kulit.
Lalu berlumuranlah getah putih lengket disekujur tubuh pohon itu.

Minggu-minggu berikutnya, seseorang itu kembali.
Ternyata pohon itu sudah menghitam dan mati.
Seseorang itu hanya tersenyum.
Picik.
Ia berhasil memisahkan pohon dan akar.
Sementara akar duduk manis diantara pualam di sebuah rumah mewah.

8 April 2013

Kamis, April 04, 2013

"Puncak kangen paling dahysat ketika dua orang tak saling telepon, SMS, BBM, tapi keduanya diam-diam saling mendoakan."

-Sujiwo Tejo-
Halo, main-main ya ke tumblr aku.
Bukan tumblr baru, tumblr lama yang masih betah dikunjungi laba-laba untuk membuat sarangnya.

Tumblr ila

Selasa, April 02, 2013

Bulan dan harapan

Awal Maret aku berdoa supaya bulan 'aku' ini banyak memberi senyuman.
Akhir Maret, bertepatan ulang tahunku yang ke-19, hamdalah masih bisa tersenyum.
Sekarang April, tidak banyak harapan lagi.
Cukup bisa menjalani hidup sesantai air yang mengalir saja, aku sudah senang.
Lanjutnya, Mei, harapan besar di bulan ini.
Tuhan, tolong kasih aku kesempatan untuk bisa membuat Ibuk dan Ayah bangga akan kerja kerasku.
Kasih aku kesempatan untuk membuat mereka tersenyum.
Semoga mereka bisa bangga.
Mei, harapan besar aku serahkan padamu.

:)
Ila