Satu kali aku berkhayal, aku menginginkan rasa 'iri dan dengki' dalam diri ini luruh bagaikan setiap helaian rambut yang disisir memakai jari saat rambut itu basah.
Namun rasa-rasanya itu sesuatu hal yang 'mungkin' amat sangat susah terjadi, meskipun tidak ada sesuatu yg mustahil jika Tuhan berkehendak.
Lalu ketika helaian rambut itu terjatuh perlahan ke tanah, cacing-cacing, semut, dan beberapa makhluk kecil lainnya akan siap menyantap setiap helaian rambutku itu.
Jika semudah itu menghilangkan iri dan dengki, aku akan siap menggunduli rambut tebalku ini.
Karena aku tidak akan pernah senang sesuatu yang bernama iri dan dengki itu menggerogoti tubuhku lewat setiap aliran darahku di dalamnya.
Namun aku tidak bisa menampiknya juga tak berusaha memeliharanya.
Sesuatu yang jahat itu terus menggerogoti diriku. Aku muak, aku ingin berontak tapi belum mampu.
Ah, aku tak ada bedanya dengan daun yang sepersekian detik jatuh dari setiap dahan pohon yang kokoh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar