Sedikit bercerita, saya mengenal puisi-puisi beliau dari Kompas. Dulu saya pernah menganalisis puisi beliau pada mata kuliah Pengkajian Puisi Indonesia. Pertama kali saya membaca puisinya, saya langsung jatuh hati karena pemilihan katanya sangat indah walaupun kata-katanya memang kata-kata "Kamus Bahasa Indonesia" banget :p yang artinya kurang familiar di telinga orang awam seperti saya ini hehe.
Puisi pertama yang saya baca itu judulnya Penyihir. Saya langsung memberitahu puisi ini kepada teman saya, Cha-cha dan Debby. Ajaib. Mereka juga langsung suka.
Tahu tidak, kemarin sewaktu paket puisi ini datang, saya teriak-teriak dan mereka melihat itu lalu membaca. Mereka sungguh jatuh hati. Bahkan keinginan kami untuk segera membuat tugas Bahasa Jepang pun tertunda hampir satu jam gara-gara keasyikan membaca buku puisi ini. Si cha-cha langsung ingin memesan buku ini juga. Haha.
Ah, benar. Seorang penyair itu dapat menyihir pembacanya. Seperti beliau ini.
Saya bahkan jatuh hati dari pertama kali membaca puisi beliau ini di Kompas.
Oh ya, selain beliau, saya juga suka karya Seno Gumira Ajidarma, terlebih lagi Cerpen-cerpen yang beliau buat. Lalu Pramoedya A. Toer juga. Tapi saya baru beberapa membaca karya beliau.
Kalau untuk penulis novel perempuan saya suka Ayu Utami, Dee, siapa lagi ya. Masih banyak sih, saya suka lupa :p
Itu dalam kategori penulis dan penyair sastra ya.
Kalau yang sastra populer saya suka Tere liye, Ahmad Fuadi.
Sebenarnya banyak sekali penulis dan penyair yang menjadi idola saya. Tapi kalau disebutin jadinya capek :p capek ngetik maksudnya hehe.
Eh kelupaan, satu lagi nih, Sapardi Djoko Damono. Hampir kelupaan. Ah saya jatuh cinta pada karya beliau saat semester pertama perkuliahan saat dosen Pengantar Pengkajian Sastra selalu membacakan puisi beliau yang berjudul Aku Ingin. Saya juga pernah bertemu beliau waktu ada peluncuran buku antologi puisi dari dosen Linguistik saya Prof. Soedjarwo. Rasanya bertemu sastrawan terkenal tu gimana ya, berasa mimpi. Dulu Sapardi Djoko Damono ini dosen sastra di FIB Undip, tapi sekarang sudah tidak lagi.
Oh ya, ini penampakan dari TRIPITAKATA karya Sitok Srengenge
Senang sekali mendapat ucapan dan pesan dari beliau. Terima kasih Om, semoga karya nya semakin sukses :) Amin......
Nb: saya sempat menebak-nebak dengan sotoy apa arti dari Tripitakata. Seingat saya ketika pelajaran Sejarah SMP dulu, 'tripitaka' itu artinya tiga keranjang, lalu ada penambahan 'ta' jika sebelumnya 'tripitaka' bisa saja 'ta' mendapat penambahan 'ka' dari depannya. Jadi dibagi menjadi 'tripitaka' dan 'kata'. Jadi dalam analisis sotoy, bodoh dan nggilani dari saya yang rasanya tidak masuk akal ini adalah Tripitakata adalah 3 keranjang kata-kata. Karena terdiri dari 3 buku puisi. Hahahahahahaha. Sumpah ya sok tahu banget saya -____- sudahlah karena ini pasti salah, jadi saya lebih baik sudahi saya posting ini daripada semakin bertambah kesotoyan saya -_-
Terima kasih :D maaf karena saya terlalu sotoy -____- hahaha.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar