Ia datang
Seorang perempuan merah
Ronanya merah
Ia beraroma anyir
Ia mengenakan secarik kain bersimbah darah
Lehernya berkalung peri-peri kemerahan
Ia perempuan darah
Pada setiap jari kakinya,
Terdapat darah yang merah kecoklatan, mengering
Namun perempuan itu mengalirkan darah tak henti
Terus, terus, dan terus
Ia perempuan darah
Perempuan darah itu membawa berember-ember darah
Membara, segar, dan anyir
Perempuan darah berkilat dan diam
Tapi peri tidak,
Digigitnya leher perempuan darah itu,
Namun bukan darah yang mengucur
Perempuan darah meraung, melolong keras.
Lalu ia tertawa
Tawa itu mengeluarkan semburat darah
Tembalang, 23 Januari 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar