Halaman

Selasa, Januari 29, 2013

Perempuan darah

Ia datang
Seorang perempuan merah
Ronanya merah
Ia beraroma anyir
Ia mengenakan secarik kain bersimbah darah
Lehernya berkalung peri-peri kemerahan
Ia perempuan darah

Pada setiap jari kakinya,
Terdapat darah yang merah kecoklatan, mengering
Namun perempuan itu mengalirkan darah tak henti
Terus, terus, dan terus
Ia perempuan darah

Perempuan darah itu membawa berember-ember darah
Membara, segar, dan anyir

Perempuan darah berkilat dan diam
Tapi peri tidak,
Digigitnya leher perempuan darah itu,
Namun bukan darah yang mengucur

Perempuan darah meraung, melolong keras.
Lalu ia tertawa
Tawa itu mengeluarkan semburat darah

Tembalang, 23 Januari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar