Halaman

Sabtu, Juni 08, 2013

hu.. jan

ya, memang tidak ada yang lebih menyebalkan lagi selain hujan deras dan saya menyetel musik sekencang-kencangnya berusaha mengalahkan suara hujan yang turun mengejek saya. terus saja langit dibuat menangis. saya memang tidak peduli apapun.

hari ini Sabtu, esok Minggu, esok lagi Senin. katanya ini long weekend, tapi saya tidak menyambutnya dengan riang. bermacam alasan yang tidak mungkin saya utarakan disini, saya bosan dengan long weekend. saya ingin pulang. mungkin ini terlihat kekanakan mengingat saya sudah semester 4 dan saya masih saja mengeluh bodoh seperti anak TK ditinggal ibunya. mungkin orang tua saya akan sangat kecewa karena saya masih saja mengeluh bodoh.
iya, saya tahu saya memang bodoh. (sunyi,,.. krik.. tapi bukan suara jangkrik)

(kemudian hujan perlahan berhenti)

hei, hujan. mengapa kau berhenti? apa kau sudah benar-benar mengalah dengan keadaan? dengan saya? atau ada yang melototkan matanya kepadamu dan mengancam agar kau berhenti membuat langit menangis?

(alunan musik ingin saja mematikan suaranya.. lalu jari-jari bergerak tegas, menekannya. hanya itu)

bsssttttt..... ggggggrrr..... (klik. mati)

tik... tik.. tikk..... (tetesan sisa-sisa tangisan langit sesekali terdengar lirih)

Ah. saya bodoh. beberapa menit yang lalu panggilan Tuhan baru saja memanggil saya. saya bisa saja berlari untuk menjauh dariNya. tapi saya memilih mendekat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar