Halaman

Selasa, Juni 18, 2013

Pilu

Sudah kubisik bahwa jangan lagi kau aduk ramuan paku itu,
Tapi kau membantah.
Kali ini kau campur darah hitam, semut hitam, jarit hitam.
Itu punya siapa?

Kau lalu marah.
Kau cubit mataku dengan belati.
Aku mengerang, tapi tak lantas marah pula.

Kutitah sekawanan semut memangkas ramuan paku.
Aku tidak pernah tega, kau tidak tahu.
Kau injak semut-semut.
Kau acungkan tombak.
Kau pilih ramuan paku.

Sekarang pilu.

Juni 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar